1. Menggambar Elips
- Memberi nama titik pada line dengan mengklik “Label”, lalu beri nama titik dengan “F1”


- Membuat titik fokus ke dua di sebelah kanan titik fokus 1 (F1) pada garis lurus tadi, klik “Point on objek”

- Memberi nama titik dengan “F2”, klik “Label”.


- Membuat lingkaran dengan mengklik “Circle” yang berpusat di titik “F1” dan berjari-jari lebih besar dari panjang |F1F2|.


- Membuat garis lurus melalui pusat lingkaran dan memotong lingkaran
di titik A (beri label/nama titik “A” pada perpotongan garis dengan
lingkaran).


- Membuat segment garis F1A dan F2A dengan mengklik “Segment”.



- Membuat garis tegak lurus melalui titik tengah (garis sumbu) segment garis F2A dengan mengklik “Perpendicular Bisector”.


- Membuat titik perpotongan garis sumbu dengan segment garis F1A dan perpotongan garis sumbu dengan F2A, dengan mengklik “Intersection Points”.

- Memberi nama titik-titik potong tersebut dengan nama titik “B” dan “C”.

- Aktifkan jejak pergerakan titik “B” dengan perintah “Trace on/off”.


- Sembunyikan titik C dan semua garis-garis yang telah dibuat kecuali garis yang melalui F1 dan F2(garis sumbu Elips), dengan mengklik “Hide/Show”.


- Buat Segment garis F1B dan F2B dengan mengklik “Segment”.

- Ganti jenis garis menjadi garis putus-putus dengan perintah “Dotted”
akan muncul jenis-jenis garis, pilih jenis garis putus-putus, lalu klik
segmen garis F1B dan F2B.



- Ukur panjang segment garis F1B dan F2B dengan mengklik “Distance and Length”.


- Salin panjang segment garis F1B dengan mengklik “Calculate”
- Klik ukuran panjang F1B lalu klik “=”
- Arah kan cursor pada box hasil
- Klik cursor dan tahan cursor lalu geser cursor pada bidang gambar.
- Maka akan muncul tulisan “Result= …” pada bidang gambar,
- Klik “pointer” lalu klik pada kata “Result= …” tersebut lalu ganti tulisan “Result=…” menjadi “F1B= ….”.



- Lakukan seperti langkah di atas tetapi dengan segment garis F2B untuk menampilkan “F2B= …”.

- Jumlahkan “F1B= …” dengan “F2B= … dengan mengklik kembali “calculator box”
- Klik “F1B= … lalu klik “+”
- Klik “F2B= … lalu klik “=”
- Lalu pindah kan hasil penjumlahan ke bidang gambar seperti langkah diatas


- Tampilkan Animasi, dengan perintah “Animation”
- Klik titik A dan Tahan lalu geser kursor ke kiri atau ke kanan lalu lepas kursor.


- Maka titik B akan bergerak dengan meninggalkan jejak-jejak bidang
datar berupa Elips, yang merupakan himpunanan titik-titik yang jumlah
jarak titik tersebut dengan satu titik dan titik yang lainnya selalu
tetap. (yaitu F1B + F2B = konstan).

- Buat garis lurus dengan mengklik “Line”.


- Beri nama titik pada line yang telah di buat, dengan mengklik “Label”, lalu beri nama titik dengan nama “F1” (sebagai fokus 1).


- Buat titik fokus ke dua di sebelah kanan titik fokus 1 (F1) pada garis lurus tadi, dengan mengklik “Point on objek”

- Beri nama titik dengan nama “F2” (sebagai fokus 2) dengan mengklik “Label”.


- Buat lingkaran dengan mengklik “Circle” yang berpusat di titik “F1” dan berjari-jari lebih kecil dari panjang |F1F2|.

- Buat garis lurus melalui pusat lingkaran dan memotong lingkaran di
titik A (beri label/nama titik “A” pada perpotongan garis dengan
lingkaran).


- Buat segment garis F2A dengan mengklik “Segment”.


- Buat garis tegak lurus melalui titik tengah (garis sumbu) segment garis F2A dengan mengklik “Perpendicular Bisector”.


- Buat titik perpotongan garis sumbu dengan garis yang melalui titik F1 dan titik A dan perpotongan garis sumbu dengan F2A, dengan perintah “Intersection Points”.


- Beri nama titik-titik potong tersebut dengan nama titik “B” dan “C”.

- Aktifkan jejak pergerakan titik “B” dengan perintah “Trace on/off”.


- Sembunyikan titik C dan semua garis-garis yang telah dibuat kecuali garis yang melalui F1 dan F2(garis sumbu Elips), dengan perintah “Hide/Show”.


- Buat Segment garis F1B dan F2B dengan mengklik “Segment”.


- Ganti jenis garis menjadi garis putus-putus dengan perintah “Dotted”
akan muncul jenis-jenis garis, pilih jenis garis putus-putus, lalu klik
segmen garis F1B dan F2B.



- Ukur panjang segment garis F1B dan F2B dengan mengklik “Distance and Length”.


- Salin panjang segment garis F1B dengan perintah “Calculate” lalu klik ukuran panjang F1B
- Klik “=” lalu arah kan cursor pada box hasil
- Klik cursor lalu tahan cursor
- Geser cursor pada bidang gambar
- Maka akan muncul tulisan “Result= …” pada bidang gambar
- Klik “pointer” Klik pada kata “Result= …” tersebut lalu ganti tulisan “Result=…” menjadi “F1B= ….”



- Lakukan seperti langkah di atas tetapi dengan segment garis F2B untuk menampilkan “F2B= …


- Jumlahkan “F1B= …” dengan “F2B= … dengan mengklik kembali “calculator box”
- Klik “F1B= … lalu klik “-”
- Klik “F2B= … lalu klik “=” à
- Pindahkan hasil pengurangan ke bidang gambar seperti langkah sebelumnya


- Tampilkan Animasi, dengan perintah “Animation”
- Klik titik A
- Tahan dan geser kursor ke kiri atau ke kanan lalu lepas kursor


- Maka titik B akan bergerak dengan meninggalkan jejak-jejak bidang
datar berupa Hiperbola, yang merupakan himpunanan titik-titik yang
selisih jarak titik tersebut dengan satu titik dan titik yang lainnya
selalu tetap. (yaitu F1B – F2B = konstan)

- Buat garis lurus sebagai garis sumbu, pada area gambar dengan mengklik “Line”.

- Buat garis lurus sebagai garis sumbu, pada area gambar dengan mengklik “Line”.

- Beri nama titik pada line yang telah di buat, dengan mengklik
“Label”, arahkan cursor pada titik, lalu beri nama titik dengan nama
“O” (sebagai Titik sumbu).


- Buat garis yang tegak lurus dengan garis yang telah dibuat melalui titik O dengan mengklik “Perpendicular Line”.


- Beri nama titik dengan nama “F” (sebagai fokus ) dengan mengklik “Label”.

- Buat segemen garis FA melalui titik F dan memotong garis sumbu di sebelah kanan titik O dengan mengklik “Segmen”.


- Beri nama titik potong tersebut dengan nama titik A dengan mengklik “Label”.


- Buat garis melalui titik A yang tegak lurus dengan garis sumbu dengan mengklik “Perpendicular Line”.


- Buat garis yang tegak lurus segmen garis FA melalui tengah-tengah
garis FA (garis sumbu segmen garis FA)dengan perintah “Perpendicular
Bisector”.


- Buat titik pada perpotongan garis sumbu FA dengan garis yang tegak lurus di titik A dengan perintah “Intersection Points”.

- Beri nama titik tersebut dengan nama titik “P” dengan perintah “Label”.


- Aktifkan trace on/off pada titik P.


- Buat segemen garis FP dengan perintah “segment”.


- Buat segemen garis PA dengan perintah “segment”.


- Ganti jenis garis menjadi garis putus-putus dengan perintah “Dotted”
akan muncul jenis-jenis garis à pilih jenis garis putus-putus à lalu
klik segmen garis FP dan PA.



- Aktifkan jejak pergerakan titik P dengan perintah “Trace on/off” à klik titik P.


- Sembunyikan semua garis yang telah dibuat dengan perintah
“Hide/Show”, kecuali garis-garis yang saling tegak lurus di titik O dan
segmen garis FP serta PA.


- Ukur panjang segment garis FP dan PA dengan perintah “Distance and Length”.


- Salin panjang segment garis FP dengan perintah “Calculate” klik
ukuran panjang FP lalu klik “=” arah kan cursor pada box hasil lalu
klik cursor tahan cursor dan geser cursor pada bidang gambar. Maka
akan muncul tulisan “Result= …” pada bidang gambar, Klik “pointer” à
klik pada kata “Result= …” tersebut lalu ganti tulisan “Result=…”
menjadi “FP= ….”.



- Lakukan seperti langkah di atas tetapi dengan segment garis PA untuk menampilkan “PA= …”.


- Klik Pointer lalu Klik titik A tahan kursor dan geser/gerakkan
kursor ke kiri dan kekanan hingga titik P akan bergerak meninggalkan
jejak-jejak himpunan titik-titik yang membentuk Parabola.


- Dengan memperhatikan panjang Segmen garis FP dan PA selalu sama, hal
ini sesuai dengan definisi parabola, yaitu himpunan titik-titik yang
berjarak sama dari satu titik (titik fokus) dengan titik yang lain
(titik pada garis direktris parabola).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar