Jumat, 01 Februari 2013

Cabri 2D

1. Menggambar Elips
  •  Membuat garis lurus dengan mengklik  “Line”.
    g12
    g22
  • Memberi nama titik pada line dengan mengklik  “Label”, lalu beri nama titik dengan “F1”
    g31
    g42
  • Membuat titik fokus ke dua di sebelah kanan titik fokus 1 (F1) pada garis lurus tadi, klik  “Point on objek”
    g52
  • Memberi nama titik dengan “F2”, klik  “Label”.
    g6
    g7
  • Membuat lingkaran dengan mengklik  “Circle” yang berpusat di titik “F1” dan berjari-jari lebih besar dari panjang |F1F2|.
    g13
    g23
  • Membuat garis lurus melalui pusat lingkaran dan memotong lingkaran di titik A (beri label/nama titik “A” pada perpotongan garis dengan lingkaran).
    g32
    g43
  • Membuat segment garis F1A dan F2A dengan mengklik “Segment”.
    g14
    g24
    g33
  • Membuat garis tegak lurus melalui titik tengah (garis sumbu) segment garis F2A dengan mengklik  “Perpendicular Bisector”.
    g44
    g53
  • Membuat titik perpotongan garis sumbu dengan segment garis F1A dan perpotongan garis sumbu dengan F2A, dengan mengklik  “Intersection Points”.
    g61
  • Memberi nama titik-titik potong tersebut dengan nama titik “B” dan “C”.
    g71
  • Aktifkan jejak pergerakan titik “B” dengan perintah “Trace on/off”.
    g8
    g9
  • Sembunyikan titik C dan semua garis-garis yang telah dibuat kecuali garis yang melalui F1 dan F2(garis sumbu Elips), dengan mengklik  “Hide/Show”.
    g10
    g111
  • Buat Segment garis F1B dan F2B dengan mengklik  “Segment”.
    g121
  • Ganti jenis garis menjadi garis putus-putus dengan perintah “Dotted” akan muncul jenis-jenis garis, pilih jenis garis putus-putus, lalu klik segmen garis F1B dan F2B.
    g15
    g131
    g141
  • Ukur panjang segment garis F1B dan F2B dengan mengklik  “Distance and Length”.
    g131
    g141
  • Salin panjang segment garis F1B dengan mengklik  “Calculate”
  • Klik ukuran panjang F1B  lalu  klik “=”
  • Arah kan cursor pada box hasil
  • Klik cursor  dan  tahan cursor lalu  geser cursor pada bidang gambar.
  • Maka akan muncul tulisan “Result= …” pada bidang gambar,
  • Klik “pointer” lalu  klik pada kata “Result= …” tersebut lalu ganti tulisan “Result=…” menjadi “F1B= ….”.
    g18
    g19
    g20
  • Lakukan seperti langkah  di atas tetapi dengan segment garis F2B untuk menampilkan “F2B= …”.
    g211
  • Jumlahkan “F1B= …” dengan “F2B= … dengan mengklik kembali “calculator box”
  • Klik “F1B= …  lalu  klik “+”
  • Klik “F2B= …  lalu  klik “=”
  • Lalu pindah kan hasil penjumlahan ke bidang gambar seperti langkah  diatas
    g25
    g241
  • Tampilkan Animasi, dengan perintah “Animation”
  • Klik titik A  dan  Tahan  lalu  geser kursor ke kiri atau ke kanan  lalu  lepas kursor.
    g26
    g27
  • Maka titik B akan bergerak dengan meninggalkan jejak-jejak bidang datar berupa Elips, yang merupakan himpunanan titik-titik yang jumlah jarak titik tersebut dengan satu titik dan titik yang lainnya selalu tetap. (yaitu F1B + F2B = konstan).
    g311
2. Menggambar Hiperbola
  • Buat garis lurus dengan mengklik  “Line”.
    g12
    g22
  • Beri nama titik pada line yang telah di buat, dengan mengklik  “Label”, lalu beri nama titik dengan nama “F1” (sebagai fokus 1).
    g31
    g42
  • Buat titik fokus ke dua di sebelah kanan titik fokus 1 (F1) pada garis lurus tadi, dengan mengklik  “Point on objek”
    g52
  • Beri nama titik dengan nama “F2” (sebagai fokus 2) dengan mengklik  “Label”.
    g6
    g7
  • Buat lingkaran dengan mengklik “Circle” yang berpusat di titik “F1” dan berjari-jari lebih kecil dari panjang |F1F2|.
    g110
  • Buat garis lurus melalui pusat lingkaran dan memotong lingkaran di titik A (beri label/nama titik “A” pada perpotongan garis dengan lingkaran).
    g28
    g34
  • Buat segment garis F2A dengan mengklik  “Segment”.
    g45
    g54
  • Buat garis tegak lurus melalui titik tengah (garis sumbu) segment garis F2A dengan mengklik  “Perpendicular Bisector”.
    g62
    g72
  • Buat titik perpotongan garis sumbu dengan garis yang melalui titik F1 dan titik A dan perpotongan garis sumbu dengan F2A, dengan perintah “Intersection Points”.
    g81
    g91
  • Beri nama titik-titik potong tersebut dengan nama titik “B” dan “C”.
    g29
  • Aktifkan jejak pergerakan titik “B” dengan perintah “Trace on/off”.
    g112
    g112
  • Sembunyikan titik C dan semua garis-garis yang telah dibuat kecuali garis yang melalui F1 dan F2(garis sumbu Elips), dengan perintah “Hide/Show”.
    g46
    g55
  • Buat Segment garis F1B dan F2B dengan mengklik  “Segment”.
    g63
    g73
  • Ganti jenis garis menjadi garis putus-putus dengan perintah “Dotted” akan muncul jenis-jenis garis, pilih jenis garis putus-putus, lalu klik segmen garis F1B dan F2B.
    g82
    g92
    g101
  • Ukur panjang segment garis F1B dan F2B dengan mengklik  “Distance and Length”.
    g113
    g122
  • Salin panjang segment garis F1B dengan perintah “Calculate”  lalu  klik ukuran panjang F1B
  • Klik “=”  lalu  arah kan cursor pada box hasil
  • Klik cursor lalu tahan cursor
  • Geser cursor pada bidang gambar
  • Maka akan muncul tulisan “Result= …” pada bidang gambar
  • Klik “pointer” Klik pada kata “Result= …” tersebut lalu ganti tulisan “Result=…” menjadi “F1B= ….”
    g132
    g142
    g151
  • Lakukan seperti langkah di atas  tetapi dengan segment garis F2B untuk menampilkan “F2B= …
    g114
    g210
  • Jumlahkan “F1B= …” dengan “F2B= … dengan mengklik kembali “calculator box”
  • Klik “F1B= …  lalu klik “-”
  • Klik “F2B= …  lalu  klik “=” à
  • Pindahkan hasil pengurangan ke bidang gambar seperti langkah sebelumnya
    g36
    g47
  • Tampilkan Animasi, dengan perintah “Animation”
  • Klik titik A
  • Tahan dan  geser kursor ke kiri atau ke kanan lalu lepas kursor
    g56
    g64
  • Maka titik B akan bergerak dengan meninggalkan jejak-jejak bidang datar berupa Hiperbola, yang merupakan himpunanan titik-titik yang selisih jarak titik tersebut dengan satu titik dan titik yang lainnya selalu tetap. (yaitu F1B – F2B = konstan)
    g74
3. Menggambar Parabola
  • Buat garis lurus sebagai garis sumbu, pada area gambar dengan mengklik  “Line”.
    g212
  • Buat garis lurus sebagai garis sumbu, pada area gambar dengan mengklik  “Line”.
    g116
  • Beri nama titik pada line yang telah di buat, dengan mengklik  “Label”, arahkan cursor pada titik, lalu beri nama titik dengan nama “O” (sebagai Titik sumbu).
    g37
    g57
  • Buat garis yang tegak lurus dengan garis yang telah dibuat melalui  titik O dengan mengklik  “Perpendicular Line”.
    g65
    g75
  • Beri nama titik dengan nama “F” (sebagai fokus ) dengan mengklik  “Label”.
    g83
  • Buat segemen garis FA melalui titik F dan memotong garis sumbu di sebelah kanan titik O dengan mengklik “Segmen”.
    g93
    g102
  • Beri nama titik potong tersebut dengan nama titik A dengan mengklik “Label”.
    g117
    g123
  • Buat garis melalui titik A yang tegak lurus dengan garis sumbu dengan mengklik  “Perpendicular Line”.
    g133
    g143
  • Buat garis yang tegak lurus segmen garis FA melalui tengah-tengah garis FA (garis sumbu segmen garis FA)dengan perintah “Perpendicular Bisector”.
    g118
    g213
  • Buat titik pada perpotongan garis sumbu FA dengan garis yang tegak lurus di titik A dengan perintah “Intersection Points”.
    g38
  • Beri nama titik tersebut dengan nama titik “P” dengan perintah “Label”.g48
    g58
  • Aktifkan trace on/off pada titik  P.
    g119
    g214
  • Buat segemen garis FP dengan perintah “segment”.
    g39
    g59
  • Buat segemen garis PA dengan perintah “segment”.
    g66
    g76
  • Ganti jenis garis menjadi garis putus-putus dengan perintah “Dotted” akan muncul jenis-jenis garis à pilih jenis garis putus-putus à lalu klik segmen garis FP dan PA.
    g84
    g94
    g103
  • Aktifkan jejak pergerakan titik P dengan perintah “Trace on/off” à klik titik P.
    g124
    g1110
  • Sembunyikan semua garis yang telah dibuat dengan perintah “Hide/Show”, kecuali garis-garis yang saling tegak lurus di titik O dan segmen garis FP serta PA.
    g134
    g144
  • Ukur panjang segment garis FP dan PA dengan perintah “Distance and Length”.
    g152
    g161
  • Salin panjang segment garis FP dengan perintah “Calculate” klik ukuran panjang FP  lalu klik “=” arah kan cursor pada box hasil  lalu  klik cursor tahan cursor  dan  geser cursor pada bidang gambar. Maka akan muncul tulisan “Result= …” pada bidang gambar, Klik “pointer” à klik pada kata “Result= …” tersebut lalu ganti tulisan “Result=…” menjadi “FP= ….”.
    g171
    g181
    g201
  • Lakukan seperti langkah di atas  tetapi dengan segment garis PA untuk menampilkan “PA= …”.
    g215
    g221
  • Klik Pointer  lalu Klik titik A tahan kursor dan  geser/gerakkan kursor ke kiri dan kekanan hingga titik P akan bergerak meninggalkan jejak-jejak himpunan titik-titik yang membentuk Parabola.
    g231
    g242
  • Dengan memperhatikan panjang Segmen garis FP dan PA selalu sama, hal ini sesuai dengan definisi parabola, yaitu himpunan titik-titik yang berjarak sama dari satu titik (titik fokus) dengan titik yang lain (titik pada garis direktris parabola).
    g251

Tidak ada komentar:

Posting Komentar